Banyuasin Daerah Hukum

LSM KRAK Desak Kejati Usut Dugaan Korupsi Rp3,5 Miliar di Banyuasin

Kirim

Mediatrapnews,Palembang – Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Rakyat Anti Korupsi (KRAK) bersama elemen masyarakat Sumatera Selatan kembali menggelar aksi damai di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan, Jumat (12/9). Aksi ini menyoroti dugaan praktik korupsi di Kabupaten Banyuasin yang berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) mencapai total kerugian negara sebesar Rp3,58 miliar.

Dua instansi yang menjadi sorotan yaitu Sekretariat Daerah (Setda) Banyuasin dengan dugaan kerugian negara Rp1,74 miliar akibat kelebihan pembayaran sewa kendaraan dinas dan kekurangan volume pekerjaan fisik. Serta Sekretariat DPRD Banyuasin dengan dugaan perjalanan dinas fiktif, penggunaan hotel yang tidak sesuai, dan proyek bermasalah yang merugikan negara sekitar Rp1,84 miliar.

Koordinator Aksi, Supeno, menyampaikan bahwa praktik korupsi di Banyuasin tidak bisa lagi ditoleransi. Menurutnya, aparat penegak hukum harus segera memanggil dan memeriksa pejabat terkait, mulai dari Sekda hingga Sekwan DPRD Banyuasin.

“Setiap rupiah yang dikorupsi adalah hak rakyat Banyuasin. Jangan biarkan laporan BPK hanya menjadi arsip di meja kejaksaan. Kami menuntut Kejati segera bertindak,” tegas Supeno.

Sementara itu, Koordinator Lapangan aksi, Fery Utama, menambahkan bahwa massa juga meminta Bupati Banyuasin untuk mengevaluasi pejabat yang diduga terlibat agar tidak lagi diberi ruang mengelola keuangan daerah.

Aksi yang berlangsung damai ini diterima langsung oleh Kasipenkum Kejati Sumsel. Ia menyampaikan apresiasi atas aspirasi masyarakat dan berjanji akan menyampaikan tuntutan tersebut ke pimpinan.

“Saya akan meneruskan kepada pimpinan laporan dari kawan-kawan LSM KRAK. Jika ingin mempertahankan laporan, silakan hubungi kontak pribadi saya ataupun datang langsung ke Kejati,” ujarnya di hadapan massa.

LSM KRAK menegaskan bahwa jika Kejati Sumsel tidak segera mengambil langkah hukum, maka mereka akan membawa kasus ini ke tingkat nasional, termasuk ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dengan yel-yel “Hidup Rakyat, Hancurkan Korupsi, Tegakkan Keadilan”, massa aksi menyatakan siap terus mengawal kasus dugaan korupsi di Banyuasin hingga tuntas.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *