Banyuasin Daerah

Targetkan Lumbung Pangan Nasional Nomor 1 Se-Indonesia, Kabupaten Banyuasin Terus Lakukan Berbagai Program

Kirim

Mediatrapnews, Banyuasin – Sebagai Penghasil produksi pad, Kabupaten Banyuasin sudah capai 1.193.416 ton GKG (Gabah Kering Giling) Tahun 2025. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) ini menunjukkan Kabupaten Banyuasin berada pada peringkat nomor 2 nasional.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Banyuasin, Sarip diruang kerjanya, Senin (15/09/2025). Menurutnya, Kabupaten hanya berselisih sekitar 90.000 Ton GKG dari Kabupaten Indramayu yang saat ini berada pada peringkat satu.

“Kita terus melakukan berbagai upaya dan mendorong pertanian sesuai dengan dengan target yang sudah direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin (Nomor 1 Nasional),”ujarnya.

Salah satu program yang saat ini sedang dikembangkan yaitu cetak sawah sendiri. Pemerintah Kabupaten Banyuasin dipimpin Bupati Banyuasin Askolani tengah melakukan berbagai tahapan untuk cetak sawah tersebut, salah satunya di Kecamatan Banyuasin III.

“Saat ini kita persiapan cetak sawah baru yang luas di Kecamatan Banyuasin III, namun rincian rincian luasnya masih dalam tahap perencanaan, dan tentu akan menjadi penunjang kebutuhan pangan nasional sehingga Banyuasin bisa capai target nomor 1 Nasional,”ungkapnya.

Selain itu, semua benih tanam yang ada di Kabupaten adalah benih yang baik. Benih inipun, sambung Sarip, tergantung dari permintaan petani dan menyesuaikan penggunaan Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk menganalisis atau memodifikasi benih padi, seperti mendeteksi keberadaan gen asing melalui DNA dalam benih atau mengidentifikasi marka genetik yang terkait dengan sifat tertentu pada padi, termasuk ketahanan terhadap penyakit atau karakteristik lain yang diinginkan.

Beberapa kecamatan yang memiliki hasil padi yang melimpah yaitu Kecamatan Muara Telang dan Ari Salek. Untuk Muara Telang, rata-rata para petani menggunakan IP 200, sedangkan Air Salek berbagai macam, menyesuaikan dengan kondisi dilapangan.

“Semua benih padi bagus, baik itu IP 100, IP 200 maupun IP 300 dan lainnya, semua bersertifikat, namun penggunaan harus menyesuaikan PCR di wilayah masing-masing, Karena mengonfirmasi keberhasilan transformasi genetik (pada padi transgenik), dan mengidentifikasi gen ketahanan penyakit pada DNA padi,”ucap Sarip.

Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Banyuasin saat ini menargetkan luas tanam padi mencapai 238.543 hektare pada tahun 2025. Target ini diyakini dapat terwujud dengan sinergitas kerja keras petani, dukungan pemerintah, dan bantuan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Disisi lain juga, Pemerintah terus mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lahan pertanian dari alih fungsi yang dapat merugikan ketahanan pangan dan akan mendapat sanksi tegas sebagaimana telah diatur dalam UU Nomor 41 Tahun 2009.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *