Daerah

Tokoh Masyarakat Talang Kemang Soroti Banyak Persoalan, Minta PT Melania/Samrock Buka Data dan Hadir di Tengah Warga

Kirim

Mediatrapnews, Banyuasin — Pernyataan resmi PT Melania/Samrock yang menyebut proses perbaikan jalan di Desa Talang Kemang telah berjalan selama satu minggu mendapat tanggapan kritis dari masyarakat setempat.

Wasito, salah satu tokoh masyarakat Desa Talang Kemang, menilai klarifikasi yang disampaikan juru bicara perusahaan justru memunculkan tanda tanya baru di tengah warga.

Wasito menyayangkan sikap pihak perusahaan yang selama ini dinilai sulit dikonfirmasi oleh masyarakat maupun pemerintah desa, namun tiba-tiba muncul di salah satu media dengan pernyataan resmi atas nama juru bicara PT Melania/Samrock.

“Kami heran, selama ini masyarakat tidak pernah tahu siapa juru bicara PT Melania/Samrock. Sulit dikonfirmasi, tidak pernah hadir di desa. Tapi tiba-tiba muncul di media menyampaikan pernyataan resmi,” ujar Wasito, Selasa (23/12/2025)

Menurutnya, jika memang ada pihak yang mengatasnamakan diri sebagai juru bicara perusahaan, seharusnya yang bersangkutan berani tampil langsung di tengah masyarakat Desa Talang Kemang untuk memberikan penjelasan secara terbuka.

“Kalau benar itu juru bicara PT Melania/Samrock, sebaiknya muncul di tengah masyarakat. Jelaskan siapa orangnya, apa jabatannya, dan apa kewenangannya. Jangan hanya bicara di media, sementara masyarakat yang terdampak tidak pernah diajak bicara,” tegasnya.

Wasito menilai persoalan yang ditimbulkan oleh aktivitas PT Melania/Samrock tidak hanya soal perbaikan jalan, tetapi mencakup berbagai aspek lain yang selama ini dirasakan warga.

ia menyebut kondisi jalan pemakaman umum yang rusak akibat aktivitas alat berat, jalan desa yang berlubang hampir sepanjang ruas, serta perbaikan yang baru dilakukan setelah masyarakat resah dan isu menjadi sorotan publik.

“Kenapa harus menunggu warga ribut dan pemberitaan ramai baru jalan diperbaiki?” katanya.

Selain infrastruktur, Wasito juga menyoroti tidak adanya kejelasan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) kepada masyarakat. Ia menyebut kontribusi perusahaan selama ini tidak pernah disosialisasikan secara terbuka.

Persoalan lingkungan pun ikut disinggung, mulai dari dugaan hutan yang ditelantarkan hingga memicu kebakaran, aliran limbah yang dinilai merusak lingkungan, serta ketidakjelasan kebun plasma yang seharusnya menjadi hak masyarakat sekitar.

“Plasma tidak ada di lokasi PT Melania/Samrock. Ini juga harus dijelaskan secara terbuka karena menyangkut hak masyarakat,” ujarnya.

Atas dasar itu, Wasito berharap kemunculan pernyataan juru bicara PT Melania/Samrock di salah satu media menjadi pintu masuk bagi perusahaan untuk membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat.

“Kami berharap penjelasan itu disampaikan secara gamblang, di muka umum atau melalui musyawarah resmi di Kantor Desa Talang Kemang. Supaya jelas siapa yang bertanggung jawab dan persoalan ini tidak menjadi bara dalam sekam,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Melania/Samrock belum memberikan tanggapan lanjutan terkait permintaan masyarakat agar juru bicara perusahaan hadir langsung di Desa Talang Kemang dan menjelaskan secara terbuka berbagai dugaan persoalan yang disampaikan warga. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *