Mediatrapnews,Banyuasin – Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat. Program ini tidak hanya bertujuan menjaga citra dan nama baik perusahaan, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
CSR juga dipandang sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam membantu mengatasi berbagai persoalan sosial, seperti pembangunan sarana dan prasarana, pemberdayaan masyarakat, penyerapan tenaga kerja lokal, pelestarian lingkungan, hingga merespons aspirasi masyarakat sekitar.(1/8/2026)
Namun, harapan tersebut dinilai belum sepenuhnya dirasakan oleh sebagian masyarakat. Alih-alih menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan sosial di lingkungan sekitar, masih terdapat perusahaan yang dinilai kurang memberikan perhatian terhadap aspirasi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Organisasi Karang Taruna Desa Talang Kemang, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, terkait penolakan proposal kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang diajukan kepada PT Melania Indonesia.
PT Melania Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan karet yang beroperasi di Kabupaten Banyuasin. Perusahaan tersebut memiliki fasilitas pabrik pengolahan getah karet yang berlokasi di Desa Mainan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.
Salah seorang anggota Karang Taruna Desa Talang Kemang yang enggan disebutkan namanya mengatakan, beberapa hari lalu pihaknya mengajukan proposal permohonan dukungan kegiatan 17 Agustus kepada manajemen PT Melania Indonesia.
Menurutnya, proposal tersebut telah diterima oleh pihak perusahaan. Namun beberapa hari kemudian, pihak Karang Taruna menerima balasan melalui pesan WhatsApp yang berisi penolakan terhadap proposal tersebut.
“Beberapa hari yang lalu kami menyerahkan proposal kegiatan 17 Agustus kepada pihak PT Melania Indonesia yang berada di Desa Mainan. Selang beberapa hari kemudian kami menerima balasan melalui pesan WhatsApp yang menyatakan bahwa proposal Karang Taruna Desa Talang Kemang ditolak,” ujarnya.
Ia mengaku kecewa karena harapan agar perusahaan dapat berpartisipasi dan mendukung kegiatan kepemudaan di desa mereka akhirnya tidak terwujud.
“Harapan kami agar kegiatan Karang Taruna mendapat dukungan dari PT Melania Indonesia akhirnya kandas karena proposal yang kami ajukan ditolak,” tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, masyarakat juga mengaku mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan pihak perusahaan. Salah satu kendala yang disebutkan adalah tidak adanya kejelasan mengenai keberadaan maupun kontak Humas PT Melania Indonesia sehingga masyarakat kesulitan menyampaikan aspirasi secara langsung.
Di tempat terpisah, tokoh masyarakat Desa Talang Kemang, Wasito, menyayangkan sikap PT Melania Indonesia yang dinilainya menunjukkan hubungan yang kurang harmonis dengan pemuda dan masyarakat Desa Talang Kemang.
Menurut Wasito, selama ini telah banyak persoalan yang melibatkan perusahaan tersebut sehingga masyarakat berharap adanya kepedulian yang lebih besar melalui program-program sosial maupun dukungan terhadap kegiatan masyarakat.
“Kami sangat menyayangkan sikap PT Melania Indonesia. Penolakan terhadap proposal kegiatan Karang Taruna ini menimbulkan kesan kurang harmonisnya hubungan perusahaan dengan pemuda dan masyarakat Desa Talang Kemang. Padahal selama ini sudah banyak persoalan yang menjadi perhatian masyarakat. Kami berharap perusahaan dapat lebih peduli dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya,” tutup Wasito.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Melania Indonesia belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi kepada pihak perusahaan juga belum memperoleh tanggapan.(Red)



