LAHAT, Mediatrapnews – Mengikuti pesatnya perkembangan teknologi informasi, SMA Negeri 2 Lahat terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang modern, tertib, dan transparan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menerapkan sistem presensi digital bagi seluruh siswa.
Sistem presensi digital tersebut dijadwalkan digunakan setiap hari sekolah mulai pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan budaya disiplin serta membiasakan siswa datang tepat waktu.
Kepala SMA Negeri 2 Lahat, Dr. Tri Turnadi, S.Pd., M.Pd.I., menyampaikan bahwa transformasi digital di lingkungan pendidikan bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan menjadi kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan pendidikan.
“Melalui penerapan presensi digital ini, kami ingin membiasakan siswa hadir lebih awal dan menghargai waktu. Di sisi lain, teknologi ini mempermudah kita semua, baik sekolah maupun orang tua, dalam memantau kehadiran siswa secara akurat dan real-time,” ujarnya.
Penerapan sistem presensi digital ini diharapkan memberikan sejumlah manfaat bagi lingkungan sekolah. Selain mendorong siswa datang sebelum batas waktu yang ditentukan, sistem tersebut juga menjadi sarana membangun kebiasaan disiplin sejak dini.
Bagi guru piket dan wali kelas, sistem ini memudahkan pemantauan kehadiran siswa secara langsung melalui platform daring, sehingga proses pendataan menjadi lebih praktis tanpa harus melakukan rekapitulasi secara manual.
Tak hanya itu, orang tua juga memperoleh kemudahan dalam memantau kehadiran putra-putri mereka di sekolah. Dengan demikian, komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua diharapkan semakin baik dalam mendukung kedisiplinan serta perkembangan pendidikan siswa.
Dari sisi administrasi, sistem presensi digital memungkinkan rekapitulasi data kehadiran dilakukan secara lebih cepat, terstruktur, dan transparan.
Melalui inovasi tersebut, SMAN 2 Lahat menunjukkan komitmennya dalam mendorong penerapan konsep smart school, yakni lingkungan pendidikan yang memanfaatkan teknologi untuk menunjang kedisiplinan, meningkatkan efisiensi administrasi, serta mendukung proses pembelajaran yang lebih baik.
Langkah ini diharapkan tidak hanya mempermudah pengelolaan kehadiran siswa, tetapi juga membentuk generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan era digital.
(LK)




