Lubuk linggau

Sosok Ibu Yang Tewas Terseret Mobil, Guru SMP Negeri 12 Lubuk Linggau, Sebentar Lagi Diangkat PPPK

Kirim

Mediatrapnews,lubuk linggau – Eka Ardilah, S.Pd (35), ibu yang tewas terseret mobil bersama anaknya di Lubuk Linggau ternyata seorang guru SMP Negeri 12 Lubuk Linggau utara 1

Kejadian menimpa almarhumah Eka Ardilah ini menyisakan duka yang mendalam di antara teman seprofesinya di SMP Negeri 12 Lubuk Linggau.

Kecelakaan hingga menyebabkan Eka dan anaknya Inara tewas terjadi pada saat Hari Raya Idul Adha, Jumat, 6 Juni 2025 sekitar pukul 15.00 WIB di RT 05 Kelurahan Sumber Agung Kecamatan Lubuk Linggau Utara I.

Almarhumah Eka Ardilah, S.Pd (kiri) semasa hidup sedang berkonsultasi dengan Kepala SMP Negeri 12 Lubuk Linggau Shelly Marcelini, S.Pd.

MEDIATRAPNEWS INDONESIA– Eka Ardilah, S.Pd (35), ibu yang tewas terseret mobil bersama anaknya di Lubuk Linggau ternyata seorang guru SMP Negeri 12 Lubuk Linggau.

Kejadian menimpa almarhumah Eka Ardilah ini menyisakan duka yang mendalam di antara teman seprofesinya di SMP Negeri 12 Lubuk Linggau.

Kecelakaan hingga menyebabkan Eka dan anaknya Inara tewas terjadi pada saat Hari Raya Idul Adha, Jumat, 6 Juni 2025 sekitar pukul 15.00 WIB di RT 05 Kelurahan Sumber Agung Kecamatan Lubuk Linggau Utara I.

Kepala SMP Negeri 12 Lubuk Linggau Shelly Marcelini, S.Pd. gr, saat dikonfirmasi Mediatrapnews Indonesia membenarkan almarhumah Eka Ardila merupakan salah satu guru di sekolah yang ia pimpin.

Shelly mengatakan, selama mengajar di SMP Negeri 12 Lubuk Linggau, sosok almarhumah Eka Ardila dikenal supel, ceria dan penuh semangat.

Diceritakan Shelly, mereka pertama bertemu atau ditempatkan di lingkungan kerja yang sama sejak tahun 2015 hingga sekarang di SMP Negeri 12 Lubuk Linggau.

Ia mengaku pertama kali mendengar kabar kecelakaan yang menimpa Eka sangat tidak menyangka bahkan tidak mau percaya hingga harus bertanya berkali-kali.

“Saya sangat shock, tidak menyangka kalau rekan kami keluarga besar kami dari SMP Negeri 12 (Eka) harus berpulang terlebih dahulu, kami sangat kehilangan,” kata Shelly.

Ditambahkan Shelly, Almarhumah saat ini sedang mengikuti kuliah Pendidikan Profesi Guru (PPG). Almarhumah baru saja mengikuti masa orientasi PPG dan akan segera mengikuti perkuliahannya.

Sebab, almarhumah ini belum diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun PNS.

Namun almarhumah sendiri juga akan segera diangkat menjadi PPPK karena ia telah masuk dalam kategori prioritas (R3) yang akan segera diangkat.

Shelly mengaku ada banyak momen baik antara dia, dan almarhumah maupun rekan-rekan guru.

Jurnalis:Dadang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *