MEDIATRAPNEWS.COM, OGAN KOMERING ILIR – Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik untuk meninjau langsung kondisi Jalan Tol Kayuagung-Palembang yang dinilai jauh dari standar pelayanan minimum (SPM). Dari hasil peninjauan, ditemukan banyak kerusakan dan ketidakpemenuhan standar yang seharusnya menjadi kewajiban operator jalan tol.
“Kami mendengar banyak keluhan masyarakat tentang kondisi tol ini. Setelah meninjau langsung, semua keluhan tersebut terbukti nyata,” ungkap Adian Napitupulu, anggota Komisi V DPR, saat meninjau lokasi di Kayuagung, Kamis (3/7/2025).
Adian Napitupulu menilai kesalahan besar terjadi sejak awal perencanaan, khususnya karena pembangunan tol ini yang berdiri di atas tanah rawa. “Kemungkinan aspek konstruksi di atas tanah rawa tidak terpenuhi dengan baik. Makanya sekarang jalan tol bergelombang dan mengalami kerusakan parah,” jelasnya.
Menurut Adian, pemenuhan SPM bukan perkara yang bisa ditawar-tawar, karena menyangkut hak pengguna jalan dan kewajiban penyelenggara tol. “SPM harus dipenuhi karena ini adalah hak pengguna tol yang sudah membayar tarif, dan kewajiban BPJT untuk mengawasi pemenuhan standar tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten OKI, Febriansyah Wardana, menyoroti operasional Exit Tol Jejawi yang sampai saat ini belum dibuka padahal pengerjaannya sudah selesai sejak 2021 lalu. “Exit Jejawi ini berbarengan dengan pembukaan tol, tapi kenapa sampai sekarang belum dioperasikan?” tanyanya.
Febri menegaskan agar Exit Jejawi segera dibuka dan perbaikan jalan tol sepanjang 42 km harus tuntas dalam satu tahun ke depan. “Tol ini awalnya direncanakan sebagai jalur alternatif penghubung Kayuagung-Palembang, jadi pengelola wajib melakukan rekontruksi dengan serius,” tambahnya.
Di sisi lain, Bupati OKI, H. Muchendi, mengusulkan pembangunan fly over atau underpass di pintu tol Kayuagung simpang Celikah yang saat ini kondisinya rawan kecelakaan. “Pintu tol ini bertemu langsung dengan jalan kabupaten dan jalan lintas timur tanpa pembatas. Kami usulkan pembangunan fly over atau underpass untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan,” katanya.
Muchendi juga mengeluhkan kondisi Exit Tol Celikah yang gelap dan banyak kendaraan besar parkir sembarangan di pinggir jalan pada malam hari. “Kami sudah panggil pengelola, tapi belum ada tindak lanjut,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Muchendi juga meminta Hutama Karya memastikan pembangunan Exit Tol Mesuji di Mataram Jaya dapat segera terealisasi. “Pemerintah daerah sudah menyiapkan anggaran untuk dokumen perencanaan pengadaan tanah. Kami minta Hutama Karya menjamin kelanjutan pembangunan exit tol tersebut,” pungkasnya.
(Yadi)




