Daerah Ekonomi

4,1 Juta Anak Indonesia Putus Sekolah, Ali Pudi Desak Pemerintah Bertindak

Kirim

Mediatrapnews,Jakarta — Sebanyak 4,1 juta anak Indonesia terpaksa putus sekolah, dengan 74 persen di antaranya berasal dari keluarga tidak mampu. Kondisi ini menjadi sorotan serius dari aktivis 98, Ali Pudi, yang menilai pendidikan di Indonesia masih jauh dari kata layak.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa jutaan anak Indonesia belum dan tidak bisa melanjutkan pendidikan. Rinciannya, sekitar 200 ribu anak putus sekolah di jenjang Sekolah Dasar (SD), 400 ribu di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan lebih dari 3 juta anak tidak dapat melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Sudah nyata bahwa pendidikan kita belum baik. Angka anak putus sekolah sangat tinggi dan mayoritas dari keluarga miskin, yang tidak sanggup membiayai sekolah anak-anaknya,” ujar Ali Pudi dalam keterangannya kepada media, Jumat (26/7/2025).

Menurut Ali, penyebab utama tingginya angka anak putus sekolah bukan semata-mata faktor personal, melainkan beban biaya pendidikan yang tak terjangkau oleh rakyat kecil. Mulai dari biaya transportasi, uang seragam, iuran komite, hingga pungutan sekolah lainnya menjadi penghalang serius bagi keberlanjutan pendidikan anak-anak dari keluarga miskin.

Ali mengkritik keras sikap pemerintah yang dinilai belum serius menangani persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah amanah konstitusi dan merupakan hak seluruh warga negara. Pemerintah memiliki kewajiban untuk menjamin akses pendidikan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa. Jika pemerintah terus abai, maka kita sedang menciptakan bom waktu dalam bentuk ketimpangan sosial dan rendahnya kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.

Aktivis yang dikenal vokal sejak era reformasi itu pun mendesak Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk segera melakukan langkah-langkah konkret. Ia meminta pembenahan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana sekolah, peningkatan kualitas tenaga pendidik, dan penyusunan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Kita butuh sistem pendidikan yang tidak hanya menjangkau semua lapisan masyarakat, tapi juga mampu mencetak manusia unggul dan siap bersaing di pasar global,” tutup Ali. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *