Banyuasin, Mediatrapnews – Guna mengantisipasi karhutlabun, pemerintah Kabupaten Banyuasin dibawah Kepemimpinan Bupati Dr. H. Askolani dan Wakil Bupati Netta Indian mengambil langkah cepat dan tegas dalam mengantisipasi ancaman kebakaran dalam memasuki musim kemarau tahun 2026. Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH., MH secara langsung memimpin Apel Kesiapsiagaan Gelar Pasukan dan Peralatan Penanggulangan Bencana Karhutlabun yang dilaksanakan di Lapangan Depan Kantor Bupati Banyuasin, Rabu (17/06).
Apel gelar pasukan ini diikuti oleh ratusan personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Manggala Agni, instansi pemerintah terkait, perwakilan perusahaan perkebunan, serta relawan peduli api. Selain menyiagakan personel, Bupati Banyuasin bersama unsur Forkopimda juga melakukan inspeksi mendalam terhadap kelayakan peralatan pemadam kebakaran.
Dalam amanatnya, Bupati Dr. H. Askolani menekankan bahwa rilis prakiraan cuaca tahun 2026 menunjukkan perlunya kewaspadaan yang lebih tinggi. Pencegahan harus diletakkan sebagai prioritas utama sebelum api membesar dan tidak terkendali.
“Penanggulangan Karhutlabun tidak bisa dilakukan secara parsial atau sendiri-sendiri. Ini adalah kerja kolaboratif. Hari ini kita menyatukan persepsi, kesiapan personel, dan memastikan seluruh alat pemadam—mulai dari pompa jinjing hingga armada tangki air—siap tempur 24 jam,” tegas Bupati dalam arahannya.
Ia juga menginstruksikan tiga poin penting kepada seluruh lintas sektor yang hadir :
1. Deteksi Dini dan Patroli Bersama: Memaksimalkan pemantauan titik panas (hotspot) dan mengaktifkan posko-posko desa tangguh bencana.
2. Sanksi Tegas Pelaku Pembakaran: Mengimbau masyarakat dan korporasi untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas tanpa tebang pilih bagi pelaku pembakaran liar.
3. Edukasi Masif: Menggandeng tokoh masyarakat dan media untuk terus mengedukasi warga mengenai dampak buruk Karhutlabun bagi kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.
Usai apel, Bupati Askolani bersama jajaran Forkopimda menyaksikan simulasi pemadaman kebakaran lahan secara cepat yang diperagakan oleh tim gabungan. Simulasi ini memperlihatkan koordinasi taktis saat mendeteksi titik api hingga proses lokalisasi dan pemadaman area yang terbakar.
Dengan digelarnya apel ini, Kabupaten Banyuasin menyatakan siap siaga penuh dan mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan demi mewujudkan Kabupaten Banyuasin bebas asap tahun 2026.




