Mediatrapnews,MUBA – Kapolsek Keluang, AKP Apriansyah S.H., membantah keras tuduhan yang menyebut dirinya menerima aliran dana dari pengurus angkutan minyak ilegal di wilayah Musi Banyuasin (Muba). Ia menegaskan bahwa video pengakuan sopir yang viral baru-baru ini adalah kabar bohong (hoax) dan upaya rekayasa untuk menjatuhkan kredibilitasnya.
Video yang beredar luas di dunia maya menampilkan wawancara terhadap seseorang yang diduga sopir truk pengangkut minyak ilegal. Dalam rekaman tersebut, sopir menyebutkan muatan ilegalnya dikoordinasikan oleh oknum anggota Polsek Keluang berinisial M. Pada video lainnya, sopir juga menuding adanya setoran uang koordinasi rutin bernilai belasan juta rupiah per hari yang ditujukan kepada Kapolsek Keluang melalui rekening berinisial R.
Terkait tudingan miring tersebut, AKP Apriansyah angkat bicara dan memberikan hak jawabnya. Ia memastikan bahwa pernyataan di dalam video itu tidak berdasar dan tidak pernah terjadi.
“Menurut saya video itu hoax dan terkesan di direkayasa. Dan juga hanya menyebutkan Kapolsek Keluang, bukan menyebutkan nama saya secara langsung,” tegas Apriansyah saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp, Minggu (28/6/2026).
Menanggapi bukti transfer yang ditunjukkan oleh terduga sopir sebagai alat bukti, Apriansyah menanggapinya dengan santai. Ia mempersilakan publik untuk menilai kebenaran dari klaim sepihak tersebut.”Ya sah-sah saja mereka menunjukkan itu, biar masyarakat yang menilai,” ujarnya.
Lebih lanjut, mantan Kanitreskrim Polsek Sako tersebut menambahkan bahwa pihaknya saat ini tengah memburu sosok sopir yang ada di dalam video. Polsek Keluang akan meminta keterangan resmi terkait kebenaran dari pernyataan yang telah membuat kegaduhan tersebut.
Langkah tegas ini sejalan dengan komitmen Polsek Keluang yang belakangan ini secara masif terus melakukan penertiban dan pembongkaran terhadap aktivitas illegal drilling (pengeboran minyak ilegal) di wilayah hukumnya, termasuk operasi di lahan HGU PT Hindoli, Desa Tanjung Dalam. (Red)




