Daerah K maki Nasional Palembang

Pelanggaran HAM program cetak sawah dan Optimalisasi lahan di Sumsel, K MAKI : lebih kejam dari VOC

Kirim

Mediatrapnews,Palembang — Program cetak sawah dan optimalisasi lahan sawah menjadi viral se Sumsel karena keluhan pekerja swakelola yang merasa terzolimi akibat potongan pajak 13,5 persen setelah potongan biaya 40%.

“Ribuan hektar sawah yang telah kami kerjakan sejak Presiden sebelumnya dengan potongan harga 40% tanpa pajak tapi kok sekarang malah ada potongan pajak”, ucap mandor pekerjaan berkeluh kesah

“Secara berkelompok kami dapat kerja dari pemilik kerja nilainya 60% dari RAB dan total nilai hampir Rp. 4 milyar”, ucap Mandor.

“Namun pas tagihan ada potongan pajak 13,5% dan pemilik kerja berdalih bahwa kalian yang melaksanakan kontrak kerja harus bayar pajak”, lanjut mandor.

“Lah kami kan hanya bekerja seperti kuli bangunan tapi kok di potong pajak, kenapa tega sekali pemerintah pungut pajak dari keringat kami”, ujar mandor

“Rp. 350 juta lebih potongan uang keringat kami semua ratusan orang yang harusnya untuk beli beras dan biaya sekolah anak tapi dak taunya di makan pajak”, tuntas Mandor dengan mata ber kaca – kaca.

Ketika dimintai pendapatnya, Deputy Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (K MAKI) Feri Kurniawan berkata lirih, “alangkah kejamnya sampai jerih payah berdarah – darah keringat buruh dimintai untuk bayar pajak ke negara”.

“Cukuplah potongan 40% itu untuk bayar pajak dan semua kebutuhan lain karena tidak juga butuh modal dan keringat dingin”, lanjut Feri Deputy K MAKI.

“Jangan terlalu zolim mencari untung karena Rasulullah mencium tangan buruh dan menyatakan tangan inilah yang membawa ke surga”, pungkas Feri Deputy K MAKI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *