Infrastruktur Lampung selatan

Aksi warga menanam pohon pisang dan menebar lele di jalan rusak kembali viral

Kirim

Mediatrapnews, Lampung selatan – Aksi warga menanam pohon pisang dan menebar lele di jalan rusak kembali viral sebagai bentuk kekesalan puncak atas infrastruktur yang membahayakan nyawa, Jalan Penghubung Antara Desa Rejomulyo Dengan Desa Bali Agung sepanjang _+5 km ini kerap menimbulkan korban jatuh, terutama bagi pemotor yang melintasi jalan tersebut, Senin (11/5/2026).

Kondisi jalan di Kabupaten Lampung Selatan yang belakang menjadi sorotan pemerintah dan publik, menurut Warga Desa Rejomulyo Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan, Ini merupakan cerminan dari masih kurangnya pengawasan dan pembinaan pemerintah Kecamatan terhadap infrastruktur di desa.

Situasi di mana proyek pembangunan jalan sudah masuk tahap perencanaan (planning) namun memicu demo warga karena kurangnya sosialisasi.

Selain itu, hal ini menjadi celah minimnya komunikasi antara pihak Pemerintah Kecamatan dengan Masyarakat.

“Masalah jalan di Palas ini menjadi cerminan Daerah, ya. Jadi kita perlu melihat bahwa masalah di Desa , juga menjadi masalah bagi Pemkab,” ucap Warga

.Sementara Setelah Usai Aksi Tersebut Camat Palas , Ns. Rosalina M. Keb. Menerangkan Kepada Pihak Pemdes Rejomulyo Serta Masyarakat, ” ”

” Hari ini akan saya luruskan Bahwa Kami Pihak Kecamatan Dan pihak Pemerintah Desa sudah menyampaikan Info ke masyarakat Jalan ini sudah masuk ke dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Kabupaten Lampung Selatan TA 2026 ini Akan Dibangun” Ungkap Camat Palas.

“Namun nunggu proses, Ada Proses yang harus dilalui , seberapa Panjang dibangun nanti kita lihat , karna itu di Pemkab bukan Di kecamatan, Tolong hari informasikan tidak ada lagi info yang nyangkut kepada siapapun, maka dari itu bila ada kegiatanhal- Kegiatan ini silahkan laporkan ke RT, KeKadus lalu ke kecamatan ada surat menyurat dan ada aturan menyampaikan Aspirasi, ” Ungkap Camat Palas.

Dalam Kesempatan yang sama KUPT – PUPR Palas Ajad Sudrajad Menyampaikan , Masyarakat menyampaikan Aspirasi Ya Boleh – Boleh Saja.

” Selagi Hal Positif Sifatnya untuk Membangun bukan Arogan , iya tidak masalah , tadi pemerintah daerah, pemerintah Kecamatan juga pemerintah Desa sudah sampaikan Insya Allah bahwa tahun ini Akan dibangun jalan tersebut, Cuman Mereka (pihak kecamatan red) Belum sempat atau Bagaimana menyampaikan ke masyarakat Sehingga Masyarakat Mengadakan Hal yang seperti ini ( Aksi Tebar lele dan Tanam pohon pisang), Hanya Miss Komunikasi pihak kecamatan dan Masyarakat, yang pasti tahun ini insya Allah dibangun” Tegas Ajad Sudrajad.

(Nengah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *