Mediatrapnews com,Ogan Komering Ilir – Upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Penyuluhan Karhutla KKL Wilhan Pasis Dikreg LXVIII Seskoad TA 2026 yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Kabupaten Ogan Ilir (OI).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Darmawangsa Kodim 0402/OKI-OI, Jumat (4/9/2026), dengan dihadiri Komandan Seskoad Mayjen TNI Dr. Agustinus Purboyo, S.I.P., M.Tr.(Han)., didampingi Dandim 0402/OKI-OI Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H.Turut hadir Kapoksahli Kodam II/Sriwijaya Brigjen TNI Junaidi M, S.Sos.,M.Si., Forkopimda OKI-OI serta stakeholder terkait yang memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
Dalam kegiatan tersebut, Pasis Seskoad Mayor Czi M. Reza Fachlevi bertindak sebagai pemateri penyuluhan. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya langkah pencegahan, kesiapsiagaan, koordinasi, serta sinergi seluruh komponen dalam menghadapi ancaman Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan.
Kegiatan penyuluhan ini menjadi bagian penting dari pelaksanaan KKL Wilhan Pasis Dikreg LXVIII Seskoad TA 2026, sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman dan koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, aparat terkait, serta stakeholder lainnya dalam menghadapi persoalan Karhutla secara terpadu.
Komandan Seskoad Mayjen TNI Dr. Agustinus Purboyo, S.I.P., M.Tr.(Han)., dalam arahannya menekankan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan dan komitmen seluruh elemen.
“Karhutla merupakan persoalan bersama yang membutuhkan sinergi dan kesadaran seluruh komponen. Pencegahan harus menjadi prioritas utama, karena ketika kebakaran sudah terjadi, dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kehidupan masyarakat dan aktivitas perekonomian.”
Menurutnya, koordinasi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menekan potensi terjadinya Karhutla.
Sementara itu, Dandim 0402/OKI-OI Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H.,menyampaikan bahwa Kodim 0402/OKI-OI siap mendukung penuh upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten OKI dan OI.
“Kodim 0402/OKI-OI bersama seluruh stakeholder terkait akan terus memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi Karhutla. Pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan meningkatkan patroli, pemantauan wilayah rawan, edukasi kepada masyarakat serta membangun koordinasi yang cepat dan efektif apabila terjadi titik api.”
Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa partisipasi masyarakat merupakan faktor yang sangat penting dalam pencegahan Karhutla. Kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta kepedulian terhadap kondisi lingkungan harus terus ditumbuhkan secara berkelanjutan.
“Penanganan Karhutla bukan hanya tugas TNI dan pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan sinergi, kepedulian dan tindakan cepat, kita dapat menjaga lingkungan sekaligus melindungi masyarakat dari dampak Karhutla,” tegasnya.
Melalui kegiatan penyuluhan tersebut, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan langkah konkret seluruh pihak dalam menghadapi ancaman Karhutla. Selain meningkatkan kesiapsiagaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam menciptakan wilayah OKI dan OI yang aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Sinergi yang kuat, pencegahan yang cepat, dan kepedulian seluruh elemen menjadi kunci dalam menjaga hutan, lahan, serta keselamatan masyarakat dari ancaman Karhutla.(Yadi)




