Mediatrapnews, Musi Rawas – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru meresmikan pengiriman minyak perdana PT Hamparan Anugerah kepada PT Seleraya Merangin Dua di Stasiun Pengumpul PT Hamparan Anugerah, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Jumat (30/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru mengatakan kehadirannya merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Sumsel terhadap pengelolaan potensi sumber daya alam (SDA) agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Menurutnya, Sumsel memiliki sejarah panjang dalam aktivitas pengelolaan minyak bumi. Bahkan, di sejumlah daerah, masyarakat telah akrab dengan aktivitas tersebut sejak zaman kolonial Belanda. Namun, selama ini sebagian kegiatan pengelolaan minyak belum berjalan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.
“Alhamdulillah, di zaman Pak Menteri ESDM Bahlil saat ini, lahirlah Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025. Yang tadinya ilegal dilegalkan dengan prosedur yang benar, tentu diawali verifikasi,” ujar Herman Deru.
Ia menilai, kehadiran regulasi tersebut membawa dampak positif karena aktivitas pengelolaan sumur minyak masyarakat kini dapat dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan. Dengan demikian, para pekerja tidak perlu lagi menjalankan aktivitasnya secara sembunyi-sembunyi akibat persoalan legalitas.
Selain memberikan kepastian hukum, pengelolaan secara resmi juga diharapkan mampu meningkatkan keselamatan kerja, produktivitas, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Herman Deru menambahkan, Kabupaten Musi Rawas memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Karena itu, ia berharap pengelolaan potensi tersebut dapat terus berkembang di berbagai wilayah dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
Secara khusus, ia meminta PT Hamparan Anugerah memprioritaskan perekrutan tenaga kerja dari masyarakat sekitar agar keberadaan perusahaan benar-benar memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
“Kita harap pekerja-pekerjanya direkrut dari orang-orang di sini. Berdayakan masyarakat setempat sambil dibina dan tentu berdampak pada perbaikan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat dan aparat setempat untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan kegiatan usaha tersebut, mengingat badan usaha ini hadir melalui penunjukan negara.
Kepada PT Seleraya Merangin Dua, Herman Deru berpesan agar perusahaan terus melakukan pembinaan terhadap para pekerja, terutama dalam penerapan standar keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sumber daya alam tidak hanya diukur dari hasil produksi, tetapi juga dari kemampuan menjaga kelestarian lingkungan demi kepentingan generasi mendatang.
“Harus terjaga tata lingkungannya, jangan sampai terjadi dampak yang merusak lingkungan. Maka kita harus jaga bersama alam ini untuk anak cucu kita. Jangan sampai kita menjadi generasi yang dicaci oleh anak cucu kita nantinya,” pesannya.
Di akhir sambutannya, Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada PT Hamparan Anugerah atas dimulainya pengiriman minyak perdana tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menekan angka pengangguran terbuka di Sumsel.
“Terima kasih kepada PT Hamparan Anugerah. Mudah-mudahan ini mendukung PAD dan mengurangi tingkat pengangguran terbuka. Untuk PT Seleraya Merangin Dua, saya juga mengucapkan terima kasih,” tutupnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Hamparan Anugerah, Abul Tolib, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Sumsel beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta seluruh mitra yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Menurutnya, pengiriman minyak perdana ini bukan sekadar seremoni, melainkan hasil dari proses panjang yang telah dilalui perusahaan, mulai dari tahap persiapan hingga pembangunan fasilitas pendukung.
Ia menyebutkan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan arahan Pemerintah Provinsi Sumsel serta Pemerintah Kabupaten Musi Rawas.
Abul Tolib menambahkan, kegiatan usaha tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam mendorong peningkatan produksi minyak bumi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara.
“Kepercayaan ini membawa tanggung jawab yang besar. Kami akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemkab Musi Rawas serta mitra agar pengelolaan sumur minyak ini berkontribusi nyata bagi masyarakat dan negara,” pungkasnya.



