Banyuasin, Mediatrapnews – Suasana regenerasi kepemimpinan Partai Golkar di Kabupaten Banyuasin mulai mengerucut. Hingga batas akhir penjaringan, Kamis (11/9/2026), Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian menjadi satu-satunya kader yang resmi mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Banyuasin.
Penjaringan yang berlangsung sejak 7 September 2026 tersebut menjadi bagian dari proses konsolidasi internal partai untuk menentukan sosok yang akan membawa Golkar Banyuasin menghadapi agenda politik ke depan.
Dengan mengusung semangat “Bersatu, Berjuang dan Menang, Golkar Solid, Indonesia Maju”, pengembalian formulir Netta Indian disebut menjadi bentuk keseriusan kader untuk melanjutkan estafet kepemimpinan sekaligus memperkuat mesin partai hingga ke tingkat akar rumput.
Ketua Panitia Penjaringan DPD Golkar Banyuasin, Suis Tiqlal Effendi, mengapresiasi langkah Netta Indian yang menjadi satu-satunya kader yang mengembalikan formulir hingga hari terakhir.
“Dari tanggal 7-11 September, Alhamdulillah ada kader terbaik kita Ibu Netta Indian yang mendaftar. Ini bentuk komitmen beliau untuk membesarkan Golkar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Banyuasin Irian Setiawan menegaskan bahwa proses penjaringan tetap dibuka sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Pihaknya juga memastikan Golkar Banyuasin dalam kondisi solid.
“Kalau besok tidak ada pendaftar lagi maka akan kita tutup. Untuk Ibu Netta, kami yakin Ibu Netta mampu, apalagi beliau saat ini Wakil Bupati. Ini momentum Golkar untuk menang lebih besar,” katanya.
Berkas Netta dinyatakan lengkap oleh tim verifikasi yang dibentuk panitia selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendaftaran yang diserahkan bakal calon.
Hasilnya, berkas tersebut dinyatakan lengkap, sah dan diterima. Selanjutnya, proses akan dilanjutkan sesuai tahapan dan mekanisme organisasi Partai Golkar.
Netta Indian sendiri menegaskan bahwa jika dipercaya memimpin Golkar Banyuasin, dirinya akan memprioritaskan penguatan struktur partai hingga ke tingkat paling bawah.
Menurutnya, kekuatan Golkar tidak hanya ditentukan oleh struktur di tingkat kabupaten maupun kecamatan, tetapi juga solidnya kader dan organisasi sayap partai hingga desa dan kelurahan.
“Untuk membesarkan Golkar, kita harus merangkul kawan-kawan fraksi dan seluruh ormas yang dilahirkan Golkar. Tujuannya agar akar beringin ini kokoh tidak hanya di tingkat kecamatan, tetapi sampai ke tingkat desa dan kelurahan,” tegas Netta.
Netta juga mengingatkan bahwa Golkar memiliki sejarah panjang sebagai salah satu kekuatan politik utama di Banyuasin.
Ia menyebut, Golkar Banyuasin pernah dua kali menduduki posisi pimpinan DPRD. Karena itu, dirinya memasang target untuk mengembalikan kejayaan tersebut.
“Kita dua kali menjadi pimpinan Dewan. Itu bukti Golkar adalah partai pemenang. Periode selanjutnya, target kita jelas: merebut kembali kursi Ketua DPRD. Kita rangkul semua dan buka peluang sebesar-besarnya untuk kader,” lanjutnya.
Di sisi lain, Netta menegaskan komitmennya untuk tetap bersama Bupati Banyuasin Askolani dalam membangun daerah, sembari menjalankan konsolidasi internal partai.
“Hari ini saya serahkan formulir. Jika ada yang perlu dilengkapi kami siap. Yang paling penting ke depan kita konsolidasi, menguatkan akar-akar beringin di Kabupaten Banyuasin demi kemenangan Golkar,” pungkasnya.
Dengan proses penjaringan yang kini mengerucut pada satu nama, dinamika internal Golkar Banyuasin memasuki tahapan berikutnya. Konsolidasi organisasi dan penguatan struktur hingga akar rumput dipandang menjadi kunci untuk mewujudkan target besar partai: merebut kembali posisi sebagai kekuatan politik utama di Bumi Sedulang Setudung.




