
Palembang–Mediatrapnews–Hasil belanja masalah Pengurus Provinsi Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (Pengprov PELANGI Sumsel) di cabang PELANGI antara lain Palembang, Ogan Ilir, Muara Enim, OKU, Lubuklinggau, Banyuasin, OKU Selatan mengkonfirmasi beberapa hal yaitu *pertama*, rendah nya aktivitas olah raga masyarakat dan pelajar yang mengakibatkan rendah tingkat kebugaran, *Kedua*, potensi gangguan pada jaringan listrik PLN dan penerbangan pesawat udara yang di sebabkan layang layang, kata Eka Subakti, S.E Ketua Pengprov PELANGI Sumsel dalam release nya kepada redaksi.
Hasil belanja masalah ini menjadi dasar rumusan program kerja PELANGI Sumsel tahun 2026 – 2031 yaitu *PELANGI masuk sekolah dan PELANGI masuk Desa.*
Gong nya akan kita bunyikan pada even Sriwijaya Kite Fest 2025 tanggal 25 – 26 Oktober. Ada sosialisasi dan edukasi kelistrikan bersama PLN, lomba melukis layangan tingkat pelajar, pertandingan layangan aduan kategori senior dan pelajar SMA serta pameran lukisan di langit dan eksebisi layangan kreasi.
Pada pembukaan nanti juga akan ada penandatanganan MOU antara Pengprov PELANGI Sumsel dan SMA Negeri 5 Baturaja, OKU tentang menjadikan layang layang sebagai kegiatan ekstra kulikuler siswa.
Terkait MOU ini di sampaikan oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Baturaja, Ismakun Ranau Wijaya, S.Pd.I.,M.Pd.,Gr melalui WhatsApp. Saya menyambut baik dan kami sudah sepakati draft MOU nya, kata Ismakun, yang juga menyampaikan mengirimkan 20 orang siswa peserta untuk mengikuti Sriwijaya Kite Fest 2025.(Red)
