Daerah

Tiga Video Jadi Bukti, GLSS Laporkan Oknum Kasubag Disdukcapil Sumsel ke Inspektorat

Kirim

Mediatrapnews,Palembang,Kabar tak sedap menerpa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Sumatera Selatan.

Gabungan LSM Independent Sumatera Selatan (GLSS) resmi melaporkan oknum Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum dan Kepegawaian berinisial ADS ke Inspektorat Provinsi Sumsel, Rabu (4/3/2026). Laporan tersebut terkait dugaan perilaku tidak senonoh terhadap staf wanita di ruang kerja serta dugaan manipulasi data absensi pegawai.

Koordinator Aksi GLSS, Harris, menyebut pihaknya telah mengantongi tiga rekaman video yang memperlihatkan dugaan kontak fisik tidak pantas yang dilakukan terlapor terhadap staf wanita Non-ASN saat jam kerja. Menurutnya, tindakan tersebut mencederai martabat pegawai wanita dan melanggar etika birokrasi.

Selain itu, GLSS juga menyoroti dugaan manipulasi data absensi pegawai. Koordinator Lapangan GLSS, Marten Chaniago, menyatakan ditemukan ketidaksesuaian antara kehadiran riil pegawai dengan laporan administrasi, yang berpotensi merugikan negara terkait pembayaran tunjangan kinerja (Tukin).

Dalam aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sumsel, GLSS menyampaikan lima tuntutan, yakni meminta investigasi transparan oleh Inspektorat, menonaktifkan ADS selama pemeriksaan, menjatuhkan sanksi berat jika terbukti melanggar aturan, memberikan perlindungan kepada korban, serta melakukan audit sistem absensi di Disdukcapil Sumsel.

Aksi sempat memanas akibat adanya provokasi dari oknum Disdukcapil di lokasi yang memicu aksi saling dorong dan lontaran kata-kata kasar. Namun situasi berhasil diredam aparat kepolisian yang berjaga sehingga kembali kondusif.

Orator aksi, Pasaribu, menyayangkan adanya oknum yang mencoba memancing kericuhan saat massa menyampaikan aspirasi secara damai.

Perwakilan massa akhirnya diterima Auditor II Inspektorat Provinsi Sumsel yang menyatakan laporan akan disampaikan kepada pimpinan dan segera ditindaklanjuti.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Disdukcapil Provinsi Sumsel maupun oknum yang dilaporkan belum memberikan keterangan resmi.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *