Mediatrapnews, Palembang – Proyek pengecoran jalan setapak di Jalan Mataram RT 02 RW 01 Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, menimbulkan tanda tanya besar sekaligus kecurigaan mendalam dari warga dan pengamat. Mengapa pekerjaan justru dilakukan di malam hari? Mengapa tidak terpasang satu pun papan informasi yang menunjukkan bahwa ini adalah proyek pemerintah? Dari mana sumber dananya? Semua pertanyaan ini belum mendapatkan jawaban yang jelas.
Bagi warga dan pengamat, pola pengerjaan di malam hari tanpa keterangan apapun seolah-olah memang diatur agar terhindar dari sorotan publik. Jika dikerjakan dengan cara seperti ini, tidak heran jika kesannya seperti dikejar-kejar sesuatu, dan dikhawatirkan hasil akhirnya pun akan dikerjakan secara asal-asalan tanpa memedulikan kualitas dan ketahanan jalan untuk jangka panjang.
Media Center Jurnalis Kertapati (MC-JK) secara tegas menyoroti kejanggalan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Warga sekitar yang diinisialkan AG bahkan menyebut proyek ini sebagai “proyek hantu”.
“Dikerjakan hanya malam hari, tidak ada keterangan dari mana sumber dananya, berapa panjang dan lebar jalan yang akan dikerjakan, semuanya gelap. Orang-orang yang bekerja pun terlihat sangat terburu-buru. Setiap kali melihat warga yang tinggal di sekitar lokasi, tatapan mereka terasa seperti orang yang sedang melakukan perbuatan yang salah. Jika memang proyek ini sah, sesuai prosedur dan mengikuti aturan yang berlaku, mengapa wajah dan sikap para pekerja justru terlihat cemas dan was-was?” tegas AG.
Warga menuntut transparansi penuh. Asal-usul proyek harus jelas: siapa yang menugaskan, berapa besar anggaran yang digunakan, kapan dimulai dan kapan jadwal penyelesaiannya, serta standar kualitas apa yang dipakai. Semua itu adalah hak publik untuk mengetahui, terutama jika menggunakan uang rakyat. Selasa (29/6/2026)
Koordinator Media Center Jurnalis Kertapati, Hery, turut mengkritik tajam cara pelaksanaan proyek tersebut.
“Pekerjaan pembangunan yang menggunakan dana masyarakat harusnya dikerjakan di siang hari, terbuka, dan dilengkapi papan proyek yang memuat semua informasi lengkap. Bukan dilakukan secara sembunyi-sembunyi di malam hari seolah takut dilihat orang. Cara kerja seperti ini justru memicu kecurigaan besar. Jika tidak ada yang disembunyikan, mengapa tidak berani terbuka di hadapan publik? Kami mendesak instansi terkait segera memberikan penjelasan resmi, menelusuri kejelasan sumber dana, serta memantau kualitas pekerjaannya agar uang rakyat tidak terbuang percuma untuk hasil yang asal jadi saja,” ujar Hery dengan tegas.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas atau instansi terkait yang menjelaskan keberadaan dan keabsahan proyek tersebut. Masyarakat berharap ada pengawasan ketat agar pembangunan di wilayah Kertapati berjalan transparan, bertanggung jawab, dan benar-benar bermanfaat.
Rilis : MC-JK




