Mediatrapnews, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menegaskan bahwa ekonomi syariah harus menjadi salah satu kekuatan baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 yang digelar di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Jumat (5/6/2026), bersama Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti.
Menurut Herman Deru, kepercayaan yang diberikan kepada Sumatera Selatan sebagai tuan rumah FESyar Regional Sumatera merupakan kesempatan strategis untuk memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah.
“Saya langsung menyambut baik dan memprioritaskan kegiatan ini. Sumatera Selatan memiliki penduduk muslim sekitar 90 persen. Ketika Sumsel dipercaya menjadi tuan rumah karena ini merupakan rangkaian road to festival nasional, saya sangat gembira,” ujarnya.
Meski memiliki potensi besar, Herman Deru menilai pemanfaatan layanan keuangan syariah masih belum sebanding dengan jumlah penduduk muslim yang ada. Karena itu, perlu dilakukan upaya bersama untuk meningkatkan penerimaan dan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah.
“Ini menjadi pertanyaan bersama. Apakah sosialisasinya yang kurang atau penerimaannya yang masih rendah. Penyebabnya harus kita cari tahu agar ekonomi dan keuangan syariah semakin berkembang,” katanya.
Ia menegaskan bahwa penerapan prinsip syariah harus diwujudkan dalam perilaku ekonomi yang jujur, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan.
“Syariah itu bukan hanya label, tetapi perilaku. Bagaimana kita berekonomi dengan cara yang baik, transparan, dan sesuai prinsip syariah, sambil tetap mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Bahkan banyak usaha yang mungkin tidak berlabel syariah, tetapi praktiknya sudah mencerminkan nilai-nilai syariah,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih memahami konsep ekonomi syariah melalui peningkatan literasi dan edukasi yang berkelanjutan.

“Literasi keuangan syariah harus didorong lebih cepat lagi agar semakin marak dan tersosialisasi. Harus masuk ke sekolah-sekolah hingga perguruan tinggi agar generasi muda memahami dan menjadi bagian dari pengembangan ekonomi syariah,” katanya.
Lebih lanjut, Herman Deru menyampaikan sejumlah capaian pembangunan yang berhasil diraih Sumsel sebagai modal memperkuat ekonomi daerah, termasuk ekonomi syariah. Sumsel saat ini mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sumatera setelah Riau, meraih penghargaan nasional dalam pengendalian inflasi, serta menjadi daerah dengan capaian terbaik dalam digitalisasi keuangan daerah.
“Kami terus membangun fondasi ekonomi yang kuat, termasuk pembangunan pelabuhan samudera yang akan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Sumsel. Terima kasih kepada Bank Indonesia yang selalu hadir mendampingi pemerintah daerah dalam menyusun strategi pembangunan ekonomi,” ujarnya.
Pada pembukaan FESyar 2026 turut dilakukan penyerahan Sultan Muda Santri Card, komitmen ekspor perdana produk olahan kelapa, kerupuk, dan rempah-rempah ke Tiongkok, serta penyaluran pembiayaan mikro kepada pelaku usaha.
Herman Deru menilai Program Sultan Muda yang telah menjangkau sekitar 9.900 peserta merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak pelaku usaha muda yang mampu membuka lapangan kerja baru.
“Kalau satu youngpreneur mampu mengajak lima orang saja dalam usahanya, maka puluhan ribu Sultan Muda baru akan lahir dan menjadi penggerak ekonomi daerah,” katanya.
Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyoroti masih rendahnya pangsa pasar perbankan syariah nasional yang berada di kisaran 8 persen. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama mengingat potensi ekonomi syariah Indonesia sangat besar.
Destry menyebut sejumlah tantangan yang masih dihadapi, antara lain kapasitas produksi, standardisasi, sertifikasi halal, akses pasar, ketersediaan pembiayaan syariah yang kompetitif, serta tingkat pemahaman masyarakat yang masih terbatas terhadap ekonomi syariah.
FESyar Regional Sumatera 2026 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital” dan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.




