Mediatrapnews,palembang — SP2J di bangun oleh Walikota Edy Santana untuk menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memberikan pelayanan publik yang optimal.
Trans musi menjadi raja jalanan dan ikon Kota Palembang tingkat Asia Tenggara, Jaringan Gas untuk melayani masyarakat perkotaan, Pembangkit Listrik sebagai sumber pendapat daerah dan penyewaan rumah murah untuk masyarakat miskin perkotaan.
SP2J menampakkan kinerja usaha yang gemilang pada masa Walikota Edy Santana dengan berbagai inovasi pelayanan dan oriented bisnis menjanjikan hancur namun dalam sekejab.
Perubahan kepemimpinan daerah, perubahan pengurus perusahaan, setoran ke pimpinan, korupsi internal perusahaan, pegawai tidak punya kemampuan dan manajemen usaha warung kopi menjadikan SP2J sapi perahan serta layu sebelum berkembang.
SP2J selama periode 10 tahun sejak 2015 menanggung beban yang menggunung karena carut marut keuangan perusahaan yang di kelola pengurus warung kopi dan pada akhirnya terpuruk karena barang modal tak lagi menghasilkan.
Bus Trans Musi hancur karena minimnya perawatan padahal mendapat subsidi puluhan milyar per tahun, Pembangkit listrik dengan mesin pembangkit terbaik di dunia merk “Wasila” rusak karena di operasikan operator motor tempel dan mesin yang tidak di rawat.
Saat ini SP2J butuh leadership yang mumpuni punya kemampuan tingkat dewa agar kembali operasional dan membayar hutang menggunung berjumlah ratusan milyar kepada perbankan dan vendor – vendor.
Namun SP2J tidak akan pernah bisa kembali eksis bila diduga masih saja ada oknum pejabat meminta upeti dan berharap dapat untung dari perbaikan kinerja perusahaan.




