Mediatrapnews,palembang — Tuhan tidak pernah tidur dan akan membuka niat jahat berselubung dusta ungkapan yang cocok untuk investasi trilyunan rupiah pembangunan Pabrik Pupuk Pusri IIIB di lingkungan padat penduduk.
Proyek Pusri IIIB di danai kredit sindikasi senilai sekitar Rp 9,3 triliun dimana melibatkan delapan bank, termasuk BNI, Bank Mandiri, BCA, BRI, BTN, BSI, BJB, dan Bank Sumsel Babel.
Dalam skema kridit ini, 70% dana berasal dari pinjaman (loan) dan 30% dari ekuitas perusahaan. Proyek ini dirancang untuk menggantikan dua pabrik lama yang kurang efisien, dengan target kapasitas produksi mencapai 1.350 ton amonia dan 2.750 ton urea per hari .
BUMN adi Karya mendapat jatah 15% kontrak senilai Rp. 1,4 trilyun untuk pembersihan lahan, soil investigation, pemasangan tiang pancang dan pembentukan lahan.
Kontrak yang cukup pantastis untuk pekerjaan yang ringan – ringan saja tanpa tehnologi tinggi namun banyak dagingnya dalam istilah dunia kontraktor.
Terlebih lagi Wuhuan Engineering Co. Ltd dengan kontrak tanpa perencanaan dan bernilai hampir Rp. 9 trilyun sangat – sangat banyak dagingnya.
Belum lagi Tenaga Kerja Asing China lalu – lalang dengan seenaknya tanpa perlu izin atau permisi dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan Dinas tenaga Kerja lokal Palembang.
Tidak ada jawaban dari manajemen atau Direksi PT Pusri saat ditanyakan terkait pembangunan Pabrik Pupuk Pusri IIIB seolah semua diam membisu.
Tapi ada fihak mengatasnamakan PT Pusri memohon jangan di eksplor dalam pemberitaan masalah pembangunan Pabrik Pusri IIIB dan masalah TKA.
Semua Universitas terbaik di Sumsel seperti Unsri, Tridinanti, Muhamadiyah, Unpal, PGRI, Sumpah Pemuda, UIN dan lainnya terkesan tidak di ikut sertakan dalam mega proyek ini dalam bentuk apapun.
Dinas terkait masalah Amdal dan lingkungan hidup diduga juga tidak di libatkan dalam proses perencanaan dan perizinan padahal Pabrik ini punya dampak lingkungan yang sangat besar dan berlokasi di lingkungan yang sangat padat penduduk.
Belum banyak Lembaga Swadaya Masyarakat, Universitas, Pakar Lingkungan, pegiat anti Korupsi, pegiat lingkungan dan organisasi masa yang bicara masalah dugaan korupsi dan potensi kerusakan lingkungan serta potensi kecelakaan kerja besar nantinya.
Semoga saja ke depannya ada organisasi masyarakat dan individu yang perduli nasib anak bangsa yang selalu terzolimi.




