Banyuasin

Wabup Netta Tutup Profiling 1.910 ASN Banyuasin, Jadi Peserta Terbanyak di Sumsel

Kirim

PALEMBANG, Mediatrapnews – Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, S.P., M.M., secara resmi menutup kegiatan Profiling Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuasin Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Regional VII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Palembang tersebut ditutup pada Jumat (23/10/2026), setelah dilaksanakan sejak 14 Oktober 2026.

Profiling ASN ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam memetakan kompetensi, potensi, serta kemampuan aparatur. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan penempatan pegawai dapat dilakukan secara lebih tepat, sesuai kualifikasi, kapasitas, dan kebutuhan organisasi.

Dalam kesempatan itu, Wabup Netta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BKN Kantor Regional VII Palembang yang telah memfasilitasi pelaksanaan profiling bagi ASN di lingkungan Pemkab Banyuasin.

Ia mengungkapkan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.910 ASN Banyuasin. Jumlah ini sekaligus menjadikan Kabupaten Banyuasin sebagai daerah dengan peserta profiling ASN terbanyak di Provinsi Sumatera Selatan.

“Jadi kita harap di sini bisa memetakan dari hasil tes tadi, mana-mana dari ASN kita, staf kita, yang bisa duduk di posisi-posisi pemerintahan, baik itu eselon III, eselon IV, atau juga di pelayanan dan di lapangan. Jadi rekan-rekan ASN, tetap semangat, berikan yang terbaik,” ujarnya.

Menurut Netta, hasil profiling ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan karier dan penempatan ASN, sehingga setiap aparatur dapat menjalankan tugas sesuai kompetensi dan potensi yang dimiliki.

Ia juga berharap pemetaan tersebut mampu mendorong terciptanya birokrasi yang semakin profesional, kompeten, dan berorientasi pada kinerja.

Apresiasi turut disampaikan atas pelayanan serta fasilitas yang diberikan BKN selama kegiatan berlangsung. Pemerintah Kabupaten Banyuasin berharap hasil profiling ini tidak hanya menjadi data pemetaan pegawai, tetapi juga menjadi pijakan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur.

Dengan demikian, penataan ASN yang lebih tepat diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan kinerja pemerintahan serta kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Banyuasin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *