BANYUASIN, Mediatrapnews – Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., menghadiri kegiatan World Anxi Conference atau Temu Kangen Masyarakat Anxi Sedunia ke-12 yang berlangsung di Ballroom Wyndham Opi Hotel, Minggu (25/10/2026).
Pertemuan berskala internasional ini dihadiri masyarakat Anxi dari berbagai negara, di antaranya Tiongkok, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat tali persaudaraan, memperkuat jejaring antarkomunitas, sekaligus membuka peluang kerja sama di berbagai bidang.
Dalam kesempatan itu, Bupati Askolani didampingi Staf Ahli Bidang Infrastruktur, Ekonomi dan SDA, Dr. H. Salni Pajar, S.Ag., M.H.I., Plt. Kepala Diskominfo-SP, Hj. Ida Bahagia, S.H., M.M., Kepala DPMPTSP, Rayan Nurdinsa, S.STP., M.Si., serta perwakilan Bappeda Litbang.
Kehadiran Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam forum tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan yang mempertemukan masyarakat Anxi lintas negara. Selain mempererat hubungan persaudaraan, pertemuan ini juga dinilai memiliki potensi strategis dalam memperkenalkan peluang usaha dan investasi di Sumatera Selatan, termasuk Kabupaten Banyuasin.
Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Temu Kangen Masyarakat Anxi Sedunia tersebut.
Ia berharap, melalui pertemuan ini, para peserta dapat lebih mengenal kekayaan adat istiadat, budaya, serta kuliner khas Sumatera Selatan. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi terjalinnya kerja sama perdagangan, dunia usaha, hingga investasi.
“Juga tentunya kita berharap pertemuan ini dapat menyatukan pandangan dan memperkuat kerja sama dunia usaha masyarakat Anxi di Sumatera Selatan dengan masyarakat Anxi dari berbagai negara, sekaligus membuka peluang kesepakatan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Melalui kegiatan World Anxi Conference ke-12 ini, diharapkan hubungan masyarakat Anxi di Sumatera Selatan dengan komunitas Anxi di berbagai negara semakin erat.
Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan pelestarian ikatan budaya, forum internasional tersebut juga diharapkan mampu menghadirkan peluang konkret di bidang perdagangan, usaha, dan investasi yang berdampak positif bagi pembangunan serta pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten Banyuasin.




