Daerah

Gerak Cepat Bupati Bursah Zarnubi Tinjau Kekeringan di Pajar Bulan, Pembangunan Infrastruktur Air Dimulai 2027

Kirim

Mediatrapnews,LAHAT — Respons cepat dan kepedulian terhadap keluhan masyarakat ditunjukkan oleh Bupati Lahat H. Bursah Zarnubi bersama Wakil Bupati Widya Ningsih dalam menyikapi persoalan krisis air bersih yang dialami warga di Kecamatan Pajar Bulan.

Persoalan tersebut bermula dari survei awal dan laporan masyarakat yang diterima pada 14 Maret 2026. Laporan itu dikoordinasikan oleh Kepala Desa Sukabumi bersama Jhon Hendri selaku tokoh masyarakat Kecamatan Pajar Bulan. Dari hasil pemantauan dan laporan tersebut diketahui bahwa warga di tiga desa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kekeringan.(18/8/2026)

Tiga desa yang terdampak meliputi:

  • Desa Pulau Panggung
  • Desa Sukabumi
  • Desa Bantunan

Laporan mengenai kondisi kekeringan tersebut langsung mendapat perhatian dan respons positif dari Bupati H. Bursah Zarnubi dan Wakil Bupati Widya Ningsih.

Tinjau Langsung Kondisi Warga

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk hadir dan mendengar langsung persoalan masyarakat, Bupati H. Bursah Zarnubi turun ke lapangan untuk meninjau kondisi wilayah terdampak.

Peninjauan dilakukan pada 16 Agustus 2026 dan berlangsung dengan melibatkan sinergi lintas sektor. Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi oleh Anggota DPRD Dapil 6, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perikanan, Camat setempat, para Kepala Desa dari tiga wilayah terdampak, serta tokoh masyarakat.

Kehadiran jajaran eksekutif dan legislatif secara langsung di tengah masyarakat memberikan harapan baru bagi warga yang selama ini menghadapi kesulitan dalam memperoleh pasokan air bersih.

Dialog Bersama Warga, Siapkan Solusi Jangka Panjang

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Bursah Zarnubi berdialog langsung dengan warga dan tokoh masyarakat untuk mendengarkan aspirasi sekaligus melihat kondisi kekeringan secara nyata.

Hasil peninjauan tersebut kemudian menjadi dasar untuk merumuskan langkah penanganan yang lebih tepat. Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lahat, Dinas PUPR, Dinas Perikanan, DPRD, serta pemerintah desa akan terus dilakukan untuk mewujudkan solusi terhadap persoalan air bersih di wilayah tersebut.

Pemerintah Kabupaten Lahat memastikan penanganan krisis air yang terjadi di Desa Pulau Panggung, Desa Sukabumi, dan Desa Bantunan akan ditindaklanjuti melalui pembangunan infrastruktur.

Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, pembangunan infrastruktur untuk penanganan persoalan kekeringan tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada tahun 2027.

Langkah cepat tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Lahat dalam menghadirkan solusi jangka panjang, sekaligus memperkuat ketahanan air dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan.

Dengan turun langsung melihat kondisi warga, pemerintah daerah menegaskan bahwa persoalan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih, menjadi perhatian yang harus ditangani secara nyata dan berkelanjutan.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *